Tren Rokok Elektronik Atau Vaporizer Dan Bahayanya Bagi Tubuh |
News

Tren Rokok Elektronik Atau Vaporizer Dan Bahayanya Bagi Tubuh

Hay kelabers , Vaporizer atau Rokok Elektrik di Indonesia sedang menjadi tren di beberapa tahun belakangan ini.Selain menjadi gaya hidup, rokok elektrik juga menjadi alternatif pilihan bagi para perokok konvensional. Meskipun secara kuantitas pengguna rokok elektrik masih minoritas, namun secara perlahan sudah mulai hadir toko-toko yang khusus menyediakan rokok elektrik, dan cara menggunakanya pun sangat mudah dengan cara membeli rokok elektronik kemudian membeli Liquid atau cairan dengan berbagai Rasa lalu liquid tersebut di teteskan kedalam Vaporizer dan selesai sudah Vaporizer pun siap untuk di gunakan.

Tentang Vaporizer 

Vaporizer atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok elektrik dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Rokok elektrik terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik, yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge). Cairan dalam tabung ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki baterai dan cartridge yang dapat diisi ulang.

Rokok elektrik bekerja dengan cara memanaskan cairan yang ada dalam tabung dan kemudian menghasilkan uap seperti asap yang umumnya mengandung berbagai zat kimia. Pengguna menghisap zat kimia ini langsung dari corongnya.

akan tetapi di balik berbagai macam rasa Liquid yang enak ternyata ada yang menyebutkan kalau Vaporizer lebih berbahya di bandingkan rokok biasa jika kita sering menggunakanya, secara rutin dan berikut adalah bahaya dari Vaporizer

Bahaya Vaporizer 

rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau. Tetapi kandungan bahan berbahaya ini dapat bervariasi.

Penelitian menemukan bahwa sel-sel endotel di arteri jantung menunjukkan respon stres yang jelas ketika terpapar asap rokok tembakau, tetapi tidak untuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahaya dari rokok elektrik lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Para ahli masih memperdebatkan apakah rokok elektrik lebih baik atau lebih buruk dari rokok tembakau.

Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Ketika Anda berhenti menggunakannya, Anda akan merasa ingin selalu memakainya lagi, dan dapat menimbulkan perasaan mudah marah, depresi, gelisah, dan cemas. Hal ini berbahaya bagi orang yang menderita penyakit jantung.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahaya vape.  penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

 

 

Leave A Comment Here

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top