Ternyata !! Perilaku Seks BDSM, Sudah Lama Hadir Dari Zaman Sebelum Masehi Lho..!! |
Out Of Topic

Ternyata !! Perilaku Seks BDSM, Sudah Lama Hadir Dari Zaman Sebelum Masehi Lho..!!

Hay kelabers, dari judul yang menarik ini, tentunnya kalian penasaran kan apa sie BDSM itu ? mungkin buat sebagian kalian jika sudah menonton film fifty shades of gray atau fifty shades of darker pasti akan melihat adegan dimana mr gray melaukan kegiatan sex BDSM. Satu hal yang mungkin kita ingat dengan jelas jika mendengar judul film tersebut, yaitu seks BDSM, bondage, dicipline dan sadomasochism. Banyak yang salah mengartikan bahwa seks aliran ini tidak sehat, dan jatuhnya perilaku abusive dalam konteks seksual. Penasaran BDSM itu apa dan normal tidak, sih?

Sejarah BDSM

Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan seks BDSM? Secara gamblang, BDSM adalah aktivitas hubungan seksual dengan memainkan peran, ada yang mengambil peran dominan (yang memegang kendali) dan ada yang mengambil peran submisif (penurut). Aktivitas ini sering kali juga melibatkan bondage (pengikatan, misalnya dengan borgol) dan discipline (dalam hal ini artinya hukuman/pendisiplinan) dalam bentuk kekerasan bahkan sadis, guna mendapatkan kesenangan tersendiri atas kesakitan saat berhubungan seksual (sadomasochism).

Praktek BDSM bertahan dari beberapa catatan tekstual tertua di dunia, terkait dengan ritual Dewi Inanna (Ishtar di Akkadia). Teks cuneiform yang didedikasikan untuk Inanna yang menggabungkan ritual dominasi. Secara khusus, dia menunjuk pada tulisan-tulisan kuno seperti Inanna dan Ebih (di mana Dewi mendominasi Ebih), dan Himne kepada Inanna menggambarkan transformasi dan ritual berpakaian silang yang mengandung makna “dipenuhi oleh rasa sakit dan ekstase, membawa initasi dan akan membawa ke perjalanan yang mengubah kesadaran kita, hukuman, rintihan, ekstase, ratapan dan nyanyian, para peserta menyerahkan diri mereka dalam tangisan dan kesedihan.”

Selama abad ke 9SM, bendera ritual ini dilakukan di Artemis Orthia, salah satu daerah keagamaan terpenting di masa Sparta kuno, di mana Cult of Orthia, sebuah agama pre-paradoks, dipraktekkan. Di sini, pelepasan ritual yang disebut diamastigosis terjadi, di mana remaja laki-laki muda dicambuk dalam upacara yang diawasi oleh pendeta. Kegiatan ini disebut oleh sejumlah penulis kuno, termasuk Pausanius

Salah satu bukti grafis tertua aktivitas sadomasochistic ditemukan di Makam Etruscan di Whiting dekat Tarquinia, yang berasal dari abad kelima SM. Di dalam kuburan ada lukisan dinding yang menggambarkan dua pria yang menancapkan seorang wanita dengan tongkat dan tangan saat terjadi situasi erotis. Narasi anekdot yang berhubungan dengan manusia yang telah terikat secara sukarela, dilambungkan atau dicambuk sebagai pengganti seks atau sebagai bagian dari foreplay terjadi kembali diabad ketiga dan keempat.

Meskipun di luar negeri khususnya negara paman sam disana cukup banyak orang yang menjadikan BDSM sebagai gaya hidup mereka, hal ini tidak membuat BDSM dianjurkan dan didukung untuk dilakukan. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa BDSM adalah salah satu bentuk kelainan seksual. Akan tetapi  Seks BDSM pada dasarnya adalah sebuah taktik foreplay yang banyak dilakukan pasangan di luar sana untuk menambah kenikmatan dalam berhubungan seksual.

Sebuah penelitian dilansir oleh wikipedia, pada tahun 2009 di Kanada seorang doktor mengambil dua sampel terpisah dari seorang mahasiswa laki-laki  dan menemukan bahwa 62 sampai 65%, tergantung pada sampelnya, mempunyai fantasi akan seks sadistic ini , dan 22 sampai 39% terlibat dalam perilaku sadistic saat berhubungan seks. Angka tersebut menyatakan  52% hingga 63 %  untuk fantasi bondage, dan 14 sampai 23% untuk perilaku bondage.

Banyak orang ketika mendengar kata BDSM menganggap hal tersebut tidak normal, sakit jiwa, sampai ke penyimpangan seksual. Tapi tidak semua hal tentang BDSM selalu terkait dengan ketidaknormalan. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh maraknya berita negatif tentang BDSM serta film dan laporan dari media yang tidak terlalu akurat terkait berita tentang BDSM itu sendiri.

Semenjak dilakukan penelitian di Belanda oleh psikolog Dr.Andreas Wismeijer dan Dr.Marcel van Assen dari The Journal of Sexual Medicine pada 2013 menyatakan bahwa melakukan seks BDSM bisa dibilang normal, asal kedua pihak saling sepakat dan setuju melakukan hal tersebut. ingat lho kelabers, harus saling  “Sepakat dan Setuju.”

Buat pasangan yang ingin melakukan threatment BDSM ini tentunya mereka mempunyai sedikit rules tersendiri yang harus kita ketahui, mereka biasanya menganut konsep “Safe, Sane, and Consensual”. Artinya, selama melakukan BDSM, Anda dan pasangan harus punya kesadaran dan tanggung jawab atas tindakan serta peran masing-masing. Pada level yang berbahaya, tak jarang banyak orang yang hilang kendali demi terpuaskannya hasrat seks garis kerasnya.

Referensi : hellosehat.com, Wikipedia

Leave A Comment Here

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top