Sejarah Sepatu Sneakers

0
374

Sneakers (juga dikenal sebagai sepatu atletik, sepatu tenis, pelari, takkies, atau trainers). Sepatu yang didesain terutama untuk olahraga atau bentuk lain dari latihan fisik. Pada saat ini Sneakers telah berevolusi untuk digunakan untuk kegiatan sehari-hari santai. Istilah ini umumnya menggambarkan jenis sepatu dengan fleksibel sol yang terbuat dari karet atau bahan sintetis dan bagian atas terbuat dari kulit atau bahan sintetis juga. Contoh sepatu tersebut termasuk sepatu atletik seperti: basket sepatu, sepatu tenis, sepatu trainer dan sepatu lainnya dipakai untuk olahraga tertentu.

“Sneakers” lebih umum digunakan di  Northeastern United State dan Southern Florida. Istilah ini juga digunakan di North Carolina. Di beberapa daerah perkotaan di Amerika Serikat, slogan terkenal untuk sepatu sneakers  adalah kick. Istilah lainnya di negara Inggris menjadi  sepatu pelatihan yang digunakan oleh profesi pelatih , sandshoes, sepatu olahraga atau jogging, sepatu lari, pelari atau gutties (Canadian English, English Australia, Skotlandia Inggris dan Hiberno-Inggris), sneakers (North American English), sepatu tenis (North Amercia dan Australia English), sepatu olahraga, tenis, sepatu olahraga, sneaks , takkies (South African English dan Hiberno-Inggris), sepatu karet (Filipina English) atau canvers (Nigeria)

Plimsolls (British English) adalah “teknologi rendah” yang digunakan untuk sepatu atletik, dan juga disebut ‘sepatu’ dalam bahasa Inggris Amerika dan ‘daps’ di Welsh Inggris. Kata “Sneakers” sering dikaitkan dengan tokoh dari Amerika Henry Nelson McKinney seorang agen periklanan untuk N. W. Ayer & Son. Pada tahun 1917, ia menggunakan istilah ini karena sol karet yang digunakan dalam sepatu ini menjadikan sepatu ini tidak berisik untuk digunakan. Kata Sneakers sendiri sudah digunakan setidaknya sejak 1887,  mengacu kepada Boston Journal yang memberi referensi “Sneakers” sebagai sepatu tenis untuk nama anak laki-laki.” Nama “Sneakers” pada awalnya disebut karena menggunakan sol karet yang tidak menimbulkan bunyi atau suara ketika digunakan, berbeda dengan jenis sepatu yang terbuat dari kulit. Di artikan seseorang yang memakai sepatu Sneakers lebih terlihat nyaman karena tidak menghasilkan suara saat digunakan.

Pada tahun 1800 Norman Shoe Shop pada awal cerita pembuatan Plimsolls merasa lelah dengan kakinya yang sering terkena air, sehingga dia membuat gabungan sepatu dengan alas karet yang diberi nama Plimsolls di karenakan antara sebelah kiri dan kanan sepatu mempunyai bentuk yang sama dimana nantinya akan menjadi cikal bakal sepatu sneakers. Pada tahun 1892 seiring perkembangan zaman dan teknologi industri pembuatan sepatu Sneakers lebih memikirkan perbedaan kaki sebelah kiri dan kanan dengan kanvas di bagian atas sepatu dan karet di bagian bawah.

 

Pada tahun-tahun ini Sneakers semakin digandrungi semua orang di belahan dunia. Celebrity endorsement semakin marak, dan bermunculan sneakers limited edition yang diburu para kolektor dan pecinta sepatu ini. Nike yang kembali mengeluarkan Air Jordan edisi retro dan terus mengembangkan berbagai sneakers seperti Nike Air Max, Air Cross Trainers, dan Nike Shox yang fenomenal. Nike bahkan menciptakan Bauer Nike Hockey, sepatu berkualitas tinggi khusus bagi para pemain olahraga hoki. Sayangnya Desember 1999, salah satu penemu Nike, Bill Bowerman, meninggal dunia.

Selama abad ke-20, sneaker pada jaman itu yang dipakai sebagian besar untuk bermain olahraga. Tapi di tahun 1950-an, anak muda pada jaman itu mulai memakai sneaker sebagai pernyataan fashion. Bahkan lebih remaja mengikuti mode setelah melihat James Dean menggunakan Sneaker dalam film Rebel Without a Cause yang populer saat itu.

Leave A Comment Here

comments